Search This Blog

Showing posts with label Hidrologi. Show all posts
Showing posts with label Hidrologi. Show all posts

Sunday, May 29, 2011

PENYEBAB BANJIR WASIOR

Bencana banjir bandang yang melanda Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, diperkirakan mencapai ratusan miliar. Selain merusak bangunan pemerintah, banjir juga memporakporandakan perumahan penduduk.Hingga Kamis malam, para korban banjir Wasior mengungsi ke Kabupaten Manokwari dan Nabire. DanaAda sekitar 800 yang sudah diungsikan ke Nabire menggunakan kapal Nggapulu, sementara 200 lebih lainnya diungsikan ke Manokwari.

Untuk lebih lengkapnya silahkan klik di sini

Monday, December 20, 2010

TABEL NILAI VARIABEL REDUKSI GAUSS

Perkiraan banjir rancangan dalam hidrologi dengan analisis peluang (probability) dan periode ulang merupakan interval waktu rata-rata nilai variat dari variabel hidrologi tertentu akan disamai atau dilampaui (disamai atau tidak tidak dilampaui) satu kali.
Sebagai contoh untuk debit banjir, maka banjir 5 tahunan akan terjadi rata-rata sekali dalam 5 tahun.
Tabel Nilai Variabel Reduksi Gauss dalam penentuan banjir rancangan yakni untuk memudahkan dala perhitungan nilai (k). Dalam tabel ini dapat diketahui dengan lebih mudah hubungan antara T (periode ulang), P (peluang), dan k (variabel reduksi Gauss). Tabel ini digunakan dalam rumus dengan metode Weibull.

Untuk mengetahui Tabel Gauss tersebut, silahkan klik disini

Thursday, October 21, 2010

PENGUKURAN PRESIPITASI

2.2.2. PENGUKURAN PRESIPITASI
                        Di dalam pengukuran presipitasi, digunakan yang namanya alat penakar curah hujan. Alat ini terdiri dari 2 macam :
a.       Alat penakar hujan tidak otomatis
b.       Alat penakar hujan otomatis

a.       Alat penakar hujan tidak otomatis
Yakni alat penakar berupa ember atau kontainer dengan diameter tertentu yang dibuat dalam bentuk bulat memanjang ke arah vertikal (untuk memperkecil percikan air hujan). Dimensi diameter dan ketinggian di sarankan berkisar antara 15-30 cm dan 50-75 cm.
-          cara kerja alat ini adalah dengan melihat air hujan yang tertampung dalam tempat penampung air hujan dan selanjutnya diukur volumenya setiap interval waktu tertentu atau setiap satu kejadian hujan.
-          kelemahan alat ini hanya diperoleh data jumlah curah hujan selama periode waktu tertentu.
b.       Alat penakar hujan otomatis
Yakni alat penakar yang mekanisme pencatatan besarnya curah hujan bersifat otomatis (mencatat sendiri). Ada dua jenis alat penakar hujan otomatis:
1.       Weighing Bucket Rain Gauge
Weighing bucket rain gauge terdiri dari corong penangkap air hujan yang ditempatkan diatas ember penampung air yang terletak di atas timbangan dengan pencatat otomatis, yang dihubungkan ke permukaan kertas grafik yang tergulung pada kaleng silinder.
-          cara kerja: setiap ada penambahan air hujan dari corong penangkap air ke dalam ember, maka timbangan akan bergerak turun dan alat pencatat akan bergerak mencatat volume air hujan pada kertas grafik.
-          kelemahan: dalam periode tertentu,  kertas grafik dan tinta perlu diganti.
2.   Tipping Bucket
            Sedangkan tipping bucket merupakan alat penakar otomatis tanpa memerlukan kertas grafik dan tinta dalam pencatatannya, tetapi di gunakan sebuah alat, yakni logger (alat pencatat otomatis) dan komputer.
-          cara kerjanya seperti timbangan, dimana salah satu ”bucket” (kantong/ember) penampung air bergerak ke bawah setiap kali menerima air dan logger akan mencatat curahan air hujan. Setiap ”tipping” atau jatuhan sama dengan 0,2 mm hujan. Dan selanjutnya data logger akan dihitung dengan bantuan komputer.
Dalam pengukuran presipitasi terdapat dua masalah besar yang selalu timbul, yakni:
1.       Bagaimana merancang suatu alat penakar hujan yang secara tepat dapat mengukur presipitasi pada suatu tempat (berkaitan dengan kesalahan karena alat (instrumen error), seperti alat mendapat gangguan angin, adanya dinding penghambat, ukuran penangkap air hujan, dll).
2.       Bagaimana menentukan lokasi jaringan kerja alat penakar agar dapat mewakili daerah yang kita kehendaki (berkaitan dengan kesalahan yang berhubungan dengan cara mengambil sampel/sampling error)
Pada dasarnya penyebaran data curah hujan kaitannya dengan dimensi ruang (spatial distribution rainfall) berkaitan dengan faktor-faktor meteorologi dan topografi.