Search This Blog

Showing posts with label Sumber Daya Lahan. Show all posts
Showing posts with label Sumber Daya Lahan. Show all posts

Saturday, December 3, 2011

TERRAIN DAN CHARACTERISTICS UNIT

Dalam geomorfologi terdapat istilah apa yang disebut dengan satuan medan dan satuan lahan/unit lahan. Yang membedakan dari kedua istilah tersebut hanyalah adanya campur tangan manusia dalam memanfaatkan lahannya. Jika pada satuan medan belum ada campur tangan manusia, yang berarti vegetasi masih alami apa adanya, sedangkan dalam satuan/unit lahan ada campur tangan dalam memanfaatkan lahannya, yang berarti terdapat faktor land use di dalamnya.
Di sini ada contoh penggambaran terrain unit dan characteristics unit yang diambil dari bukunya Van Zuidam "Principle of Geomorphology".
Untuk melihatnya silahkan lirik di sini. 

Wednesday, November 16, 2011

KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KARET

Di sini disajikan contoh pengerjaan evaluasi kesesuain lahan untuk tanaman karet serta parameternya yang kebetulan di Kecamatan Mijen, Semarang sebagai studi kasusnya.

Lebih lengkapnya klik di sini

Wednesday, October 19, 2011

PEMODELAN PETA ARAHAN PERUNTUKAN LAHAN

Pada postingan sebelumnya telah dijelaskan masalah landasan teori mengenai Arahan Peruntukan Lahan. Pada postingan kali ini akan dipaparkan bagaimana cara pemodelan/pembuatan Peta Arahan Peruntukan Lahan.
Untuk lebih lengkapnya silahkan klik di sini

Sunday, October 16, 2011

ARAHAN PERUNTUKAN LAHAN

Arahan fungsi peruntukan lahan merupakan kajian potensi lahan yang digunakan untuk suatu kegiatan dalam suatu kawasan tertentu berdasarkan fungsi utamanya.
Arahan fungsi peruntukan lahan zonasinya ditetapkan berdasarkan hasil skoring dari variabel kemiringan lereng, jenis tanah dan curah hujan dengan menggunakan strategi tumpang susun atau overlay. Ketiga variabel di atas masing-masing memiliki nilai skor, jumlah skor tersebut akan mencerminkan kemampuan lahan untuk masing-masing satuan lahan. Setelah skor dari ketiga variabel tersebut dijumlahkan, maka dapat ditentukan peruntukan lahannya, yakni meliputi kawasan lindung, kawasan fungsi penyangga, kawasan budidaya tanaman tahunan, kawasan tanaman semusim dan permukiman.
Daerah yang memiliki lereng datar dengan tingkat erosi sangat rendah-rendah dan curah hujan rendah merupakan peruntukan kawasan tanaman semusim dan permukiman. Daerah dengan kemiringan landai-sangat tinggi dengan tingkat erosi sedang dan curah hujannya cukup dimanfaatkan untuk kawasan budidaya tanaman tahunan. Daerah dengan lereng agak curam-curam dengan tingkat erosi tinggi dan curah hujan tinggi merupakan kawasan fungsi penyangga, sedangkan daerah yang berlereng curam-sangat curam dengan tingkat erosi sangat tinggi merupakan hutan lindung.

Monday, October 3, 2011

BENTUK PENGGUNAAN LAHAN (LAND USE) INDONESIA

Bentuk-bentuk penggunaan lahan di Indonesia dari tempat satu ke tempat lain beragam bentuknya, tergantung kondisi fisik/lingkungan setempat. Bentuk-bentuk tersebut dapat didasarkan dari sistem klasifikasi penggunaan lahan yang paling berpengaruh dalam pembuatan peta penggunaan lahan di Indonesia (dalam Purwadhi dan Sanjoto, 2008 : 125-127), yakni :
a)      Klasifikasi penggunaan lahan menurut Darmoyuwono, 1964 menekankan pada aspek penggunaan lahan berpedoman pada Commision on World Land Use Survey. Klasifikasinya memiliki hirarki atau penjenjangan yang mantap. Tetapi klasifikasi menurut Darmoyuwono ini kurang digunakan di Indonesia karena kurang disosialisasikan.
b)      Klasifikasi penggunaan lahan menurut I Made Sandy, 1977 mendasarkan pada bentuk penggunaan lahan dan skala peta, membedakan daerah desa dan kota. Klasifikasi ini digunakan secara formal di Indonesia oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

A.     Bentuk Penggunaan Lahan menurut klasifikasi Darmoyuwono (1964)

1.      Lahan permukiman dijabarkan menjadi permukiman dan lahan non-pertanian, meliputi permukiman perkotaan, permukiman pedesaan, permukiman pedesaan bercampur kebun dan tanaman keras, dan lahan non-pertanian lain.
2.      Kebun ditanami sayuran, buah-buahan kecil dan bunga. Kelas ini sangat umum dan terdapat di beberapa pedesaan wilayah Indonesia, biasanya sayuran, buah-buahan kecil seperti tomat, mentimun, dan lainnya merupakan tanaman campuran (tumpang sari) seperti halnya di pertanian lahan kering.
3.      Tanaman keras, antara lain tanaman kelapa, rambutan, tanaman pohon lainnya.
4.      Lahan untuk tanaman semusim, antara lain padi, jagung, ketela pohon, tanaman perdagangan.
5.      Lahan padang rumput yang dikelola, seperti lapangan olah raga.
6.      Tanaman padang rumput yang tidak dikelola untuk penggembalaan.
7.      Lahan hutan, dikelaskan hutan lebat, hutan terbuka, pohon jarang merupakan sabana tropis, hutan belukar, hutan rawa, hutan sudah dibuka atau dibakar, hutan industri, hutan ladang.
8.      Bentuk-bentuk tubuh perairan, adalah rawa air tawar, rawa pasang surut, kolam ikan, sungai, danau, laut.
9.      Lahan tidak produktif, seperti lahan kosong, lahan berbatu, lahan berpasir, lahan berbukit (perbukitan), gunung (pegunugan).

B.     Bentuk Penggunaan Lahan menurut klasifikasi I Made Sandy (1977)

1.      Berdasarkan pemetaan penggunaan lahan skala 1:250.000 dan skala 1:200.000, maka bentuk penggunaan lahan dibedakan menjadi 8 kategori, yaitu perkampungan, sawah, tegalan dan kebun, ladang berpindah, hutan, alang-alang dan semak belukar, rawa, lahan lain-lain.
2.      Berdasarkan pemetaan penggunaan lahan skala 1:100.000, skala 1:50.000, dan skala 1:25.000, penggunaan lahan dibedakan dalam 10 kelas, dengan beberapa sub-kategori :
a.       Perkampungan berupa kampung, kuburan, emplesemen.
b.      Tanah pertanian berupa sawah ditanami padi dua kali setahun, sawah padi satu kali setahun, sawah ditanami setiap tahun bergantian, yaitu padi sekali setahun, sekali setahun bukan padi, dan ladang berpindah.
c.       Lahan perkebunan dengan jenis tanaman karet, kopi, jenis tanaman perkebunan lainnya.
d.      Kebun dapat berupa sawah ditanami sayuran dan tidak pernah ditanami padi, kebun kering dengan berbagai tanaman, hutan dibedakan hutan lebat; belukar; satu jenis tanaman.
e.       Kolam ikan.
f.       Tanah rawa / rawa-rawa.
g.      Tanah tandus atau tanah yang tidak bernilai ekonomis.
h.      Hutan penggembalaan.
i.        Lain-lain (kalau ada sesuai kondisi daerahnya).

Secara umum sebagaimana tertuang dalam Peta Rupabumi Indonesia, penggunaan lahan di Indonesia meliputi permukiman, sawah irigasi, sawah tadah hujan, kebun/perkebunan, hutan, semak/belukar, tegalan/ladang, rumput/tanah kosong, dan hutan rawa.